Rabu, 08 Juni 2011

Kebijakan Moneter

Kebijakan  moneter
k
ebijakan  Moneter  adalah suatu upaya mengendalikan atau mengarahkan perekonomian makro ke kondisi yang diinginkan yang lebih baik dengan mengatur jumlah uang yang beredar. Yang dimaksud dengan kondisi yang lebih baik adalah meningkatnya output keseimbangan dan atau terpeliharanya stabilitas harga (inflasi terkontrol ). Melalui kebijakan moneter pemerintah dapat mempertahankan, menambah, atau mengurangi jumlah uang yang beredar dalam upaya mempertahannkan kemamampuan ekonomi pertumbuhan, sekaligus mengendalikan inflasi.
Jika yang dilakukan adalah untuk menembah jumlah uang yang beredar, maka pemerintah dikatakan menempuh kebijakan moneter expansif . Sebaliknya jika uang yang beredar dikurangi, pemerintah menempuh kebijakan moneter kontraktif.
Instrumen kebijakan moneter
  1. Operasi  pasar  terbuka : Pemerintah mengendalikan jumlah uang yang beredar  dengan cara menjual atau memebeli surat- surat yang berharga milik pemerintah . Jika ingin mengurangi jumlah uang yang beredar , maka pemerintah menjual surat- surat yang berharga . Jika ingin menambah jumlah uang yang beredar , maka pemerintah akan membeli kembali surat- surat yang berharga tersebut.
  1. Fasilitas Disconto : Tingkat bunga yang ditetapkan pemerintah atas bank-bank umum yang meminjam ke bank sentral. Dalam kondisi tertentu, bank- bank mengalami kekurangan uang, sehingga mereka harus meminjam bank sentral. Kebutuhan ini dapat dimanfaatkan oleh pemerintah untuk mengurangi  atau menambah jumalah uang yang beredar.Jika pemerintah ingin menambah jumlah uang yang beredar , maka pemerintah menurunkan tingkat bunga pinjaman. Sebaliknya jika pemerintah ingin mengurangi jumlah uang yang beredar maka pemerintah akan menaikkan tingkat bunga.
  1. Rasio Cadangan Wajib: Penetepan rasio cadangan wajib juga dapat mempengaruhi jumlah uang yang beredar, jika rasio cadangan wajib diperbesar, maka kemampuan bank memberikan kredit lebih kecil dibandingkan sebelumnya. Sebaliknya bila pemerintah menurunkan rasio cadangan wajib maka akan menaikkan kemampuan bank memberikan kredit lebih besar sehingga menyebabkakan jumlah uang yang beredar menjadi banyak
  1. Imbauan moral : Dengan imbauan moral, otoritas moneter mencoba mengarahkan atau mengandalikan jumlah uang yang beredar . Misalnya gubernur bank Indonesia dapat memberikan saran agar perbankan berhati- hati dalam memberikan kredit atau membatasi keinginannya meminjam uang dari bank sentral
Sumber : Ekonomi I kelas I SMA  Master Learning

Tidak ada komentar:

Posting Komentar